Saturday, June 7, 2014

Awesome Beaches of Indonesia (Jember)

Pantai-pantai di Indonesia itu nggak kalah lho sama pantai-pantai kelas dunia. Sayangnya masih kurang dikelola dengan. baik. Aku nggak bilang tidak dikelola lho ya.. hanya kurang dikelola sajaaahh...

Salah satu pantai di Jawa Timur yang sedang naik daun adalah Pantai Papuma di Jember, Jawa Timur. Jember yang terkenal dengan JFC (Jember Fashion Carnival) nya yang kondang membahana, ternyata memiliki pantai pasir putih yang 'ciamik soro' (famous quote dari tacik2 di Surabaya).

Hari pertama : 

Kami (aku, suami n Nicho) berangkat dari Surabaya jam 13.00.. eh, dari Sidoarjo. Rumah kami di Sidoarjo, Surabaya coret. Yang belum tahu Sidoarjo itu ada di mana, bandara Juanda Surabaya itu sebetulnya lokasinya di Sidoarjo.

Berbekal mbak GPS yang cantik, kami dengan pede berangkat meskipun belum tahu jalan ke lokasi. Rencananya kami akan menginap di Hotel Aston Jember semalam, dan besok pagi kami baru berangkat ke Pantai Papuma. Untuk saran, sebaiknya booking hotel dari Travel agent aja. Selisihnya lumayan.

Perjalanan Sidoarjo - Jember kami tempuh selama kurang lebih 4 jam. Kalo mau ke sini, hati-hati di jalan ya. Terutama menjelang pabrik gula n pabrik kertas di Probolinggo. Soalnya di situ banyak truk yang jalannya kaya siput, dan kalau mau mendahului, harus memperhatikan kendaraan dari depan dan marka jalan! Jangan sampai melanggar marka jalan, banyak polisi yang siap menindak. Hehehehe...

Bagi yang senang wisata kuliner, dalam perjanan Sidoarjo-Jember, bisa nyicipin Nasi Punel Bu Lin di Bangil, Pasuruan. Atau kalo siang sudah sampai di Jember, bisa nyobain Bakwan Eddy (tidak halal) di Jalan Gajah Mada.

Sampai di Aston Jember sekitar pukul 17.30, foto-foto dulu dong di depan Icon Carnival - nya Jember yang dipajang di lobi hotel.


Hotelnya cozy. Recommended deh buat yang pengen ke Jember. Ini tampilannya :


Jangan tanya kenapa ada gambar kolam renang di saat malan n pagi ya.. Sebagai putri duyung sejati, kolam renang adalah tempat wajib yang musti dikunjungi saat menginap di hotel. Jadi, setelah naruh barang di kamar, kami langsung menuju ke kolam renang dan berenang. Pagi, habis sarapan juga berenang lagi. Hehehe..

Malamnya, setelah berenang, kami pergi keluar untuk cari makan malam yang murah meriah ala street food. Dari hasil browsing, jadilah kami memilih Pujasera (Pusat Jajanan Selera Rakyat ) PB. Sudirman. Lokasinya ada di Jl. PB. Sudirman. Nggak jauh dari hotel. Hanya sekitar 10 menit berkendara.


Lumayan sih, makanannya halal, murah, meriah, dan banyak macamnya. Mulai dari nasi goreng, mie goreng, bakwan, sambelan, sampai sate kelinci, martabak, dan susu segar. Yang musti dicoba adalah aneka minuman dari susu segar yang lokasinya di kios depan (menghadap ke jalan). Kios ini menjual segala macam minuman dari susu segar. Nicho pesen chocolate milkshake, dan katanya "awesome!"

Hari kedua :

Setelah sarapan pagi di hotel, kami menyempatkan berenang dulu sebelum check out. Jam 10.30 kami check-out dan langsung berangkat menuju ke Pantai Papuma. Search aja di Google. Ketemu deh. Tapi meskipun nggak pake GPS, Petunjuk jalan dari kota Jember ke Pantai Papuma cukup jelas kok. Jadi, jangan khawatir nyasar. Pantai Papuma, searah dengan Pantai Watu Ulo yang sudah lebih dahulu terkenal dengan jajaran batu memanjangnya yang seperti ular.

Perjalanan ke Pantai Papuma ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Jalannya sebagian besar bagus dan halus, sampai persimpangan Pantai Watu Ulo dengan Pantai Papuma. Nah, dari persimpangan ini, jalannya agak kurang bagus. Jalannya sempit dan mobil kecil harus berhati-hati menghindari lubang. Ada tikungan-tikungan tajam, menanjak dan menurun. Jalan ini dibuat menembus kawasan perkebunan milik Perhutani. 

Oh ya, masih banyak monyet berkeliaran lho. Sayangnya aku nggak sempat mengambil gambarnya.
Ini tampilan jalannya :


Tapi seperti kata para penyuka pantai, the most beautiful beaches usually hidden from the world.. ya karena jalan ke pantainya susah. Hahaha.. Well, nyampe juga kita di Pantai Papuma. Dan memang bagus lho. Nggak rugi deh ke sini :


Gugusan batu karangnya ada yang mirip Ha Long Bay, Vietnam ya..
 

Main dulu ya... Lihat deh pasir putihnya, ombak, kapal-kapal nelayan... bagus banget ya.

Di pinggir pantai, berjajar warung-warung yang menyediakan aneka ikan bakar. Kebayang deh makan ikan bakar di pinggir pantai. Mak nyos!


Menjelang magrib, kami pulang. Puas, seneng, capek, kenyang. Nggak lupa, di jalan mampir beli oleh-oleh. Oleh-oleh khas Jember yang paling terkenal adalah Tape dan Suwar-suwir. Suwar-suwir itu makanan seperti permen berbahan dasar tape. Harganya murah kok..


Okay, segini aja dari Jember. Wait for my next trip ya..

Thursday, April 17, 2014

Wani Ta?

Suatu hari, begitu aku pulang dari kantor, Nicho langsung ndeketin aku n ngajak ngobrol :

Nicho : Ma, kok tadi di jemputan, temen-temenku pada bilang 'wani ta.. wani ta?'
            sambil ketawa-ketawa.
Me     : Memangnya pada ngomongin apa?
Nicho : Nggak tau juga. Aku cuman dengerin aja. Makanya aku tanya.
            Wani ta kan artinya perempuan ya Ma? Gitu aja kok pada ketawa.
Me     : Hahaha.. bukan, sayang. 'Wani ta?' itu bahasa Jawa. Artinya 'Berani kah?'
            Itu berarti mereka lagi main 'dare' gitu.
Nicho : Oh, kaya truth or dare gitu ya ma?
Me     : Iya nak.. (sambil senyum2)

Repot juga kalo tinggal di Jawa Timur, tapi bahasa yang dimengerti adalah bahasa Indonesia n bahasa Inggris. Mana bahasa Suroboyoan penuh dengan imbuhan yang harus dimengerti kapan pemakaiannya. Seperti "ta" atau "po'o" atau "be'e". Hadeuh...

Tenang nak.. lama2 kamu juga bakalan bisa kok bahasa Suroboyoan.. Be'e lho yo.. hehehe..

Thursday, April 3, 2014

Mudah-mudahan 9 hari

Minggu malam tanggal 30 Maret 2014 kemarin, Nicho panas tinggi. Dia sudah panas dari hari Jumat n sudah aku bawa ke dokter anak di RS Mitra Keluarga Waru, tapi nggak ada kemajuannya. Akhirnya karena khawatir, aku bawa deh ke UGD nya. Setelah cek darah, ternyata hasilnya sama dengan diagnosa dokternya, memang dia terkena radang tenggorokan yang cukup parah. Leukosit n CRP nya tinggi banget, trus panasnya sampe hampir 40 derajat. Solusinya ya musti ngamar.

Singkat cerita, akhirnya ngamarlah dia. Nah, kejadian lucu terjadi besok paginya. Pas dia lagi diukur suhu tubuhnya sama suster jaga, terjadilah percakapan yang bikin aku ngakak habis :

Nicho : Suster, aku kapan boleh pulangnya?
Suster : Ya nggak tahu dik, biar diperiksa dulu ya sama dokternya. Nanti dokternya yang ngasih tahu, kapan boleh pulangnya. Memangnya kamu mau pulang kapan?
Nicho : Oh please, mudah2an 9 hari lagi.. oh please, mudah2an 9 hari lagi..
Suster : Lho, kok malah pengen lama di sini? Memangnya nggak pengen pulang?
Nicho : Nggak, soalnya kalo 9 hari lagi, aku udah tinggal masuk sekolah sehari, habis itu libur lagi 10 hari.. enaaaakkk...

Suster n Aku : *ngakak habis

Hahahaha... ternyata dia udah ngitung, kalo masuk sekolah tinggal 10 hari lagi sebelum liburan paskah. Hadeuh... stres deh.. dikira emaknya nggak pusing kalo kelamaan di rumah sakit.

Wednesday, March 5, 2014

Elmo

Orang Surabaya, terkenal dengan ketidakmampuannya untuk menyebut huruf "U" dan "I". Huruf "U" kalau dilafalkan (dengan semangat arek-arek Surabaya) menjadi "O" dan huruf "I" dilafalkan menjadi "E". Jadi kalau menyebut "kucing" ya jadi "koceng". Atau menyebut "kunci" menjadi "konce". Atau "turun" menjadi "toron". Dan seterusnya..
Nah, suatu ketika (waktu Nicho kelas 1 SD), aku buka-buka buku pelajarannya. Ada latihan soal yang mengharuskan anak-anak untuk mengisi titik-titik yang kosong. Yang bikin aku ngakak abis, di latihan soal ada kalimat seperti ini :

Murid-murid pergi ke sekolah untuk menuntut .....

Dan Nicho mengisi titik-titik itu dengan kata "elmo".

Wakakak.. pas aku tanyain, dengan santainya dia bilang. "Emang bu gurunya bilang begitu kok ma.. untuk menuntut elmo".
Hadeuh, repotnya kalo punya guru yang Surabaya aseli. Ilmu dilafalkan menjadi elmo.. Untung nggak dituntut sama si Elmo dari Sesame Street.
*tepokjidat

Tuesday, February 25, 2014

Harga rambutan

Percakapanku n my hubby :

Hubby : Td di supermarket "x" harga rambutan kok mahal ya? Pdhal udah ditulis diskon 50%. Tp masih lebih mahal drpd harga rambutan yg dijual di pinggir jalan.
Me : Emangnya brp sih harga rambutan?
Hubby : Di mana2 sekarang harganya 4 ribuan. Kan lagi musim..

Nicho : Bapak ini aneh. Kalo di mana2 4 ribu, berarti harusnya di supermarket, di mall, di mana pun juga itu ya harganya 4 ribu. Nggak ada yg lbh mahal.

Me n my hubby : *ngakak

Sunday, February 9, 2014

Pemungut Cukai

Nicho sehabis sekolah minggu, aku tanyain :
 
Me : Nicho, tadi diceritain apa di sekolah minggu?
Nicho : Tadi diceritain tentang Zakeus. Dia itu pemungut cukai. Orang berdosa. Dia itu orangnya pendek, jadi supaya bisa lihat Yesus, dia harus naik pohon karena ketutupan orang banyak.
Me : Lho, mama kan kerjanya di Bea Cukai. Berarti mama juga orang berdosa dong ya?
Nicho : Hmmm... aku nggak tau ma. Soalnya kan aku belum pernah melihat sendiri mama berdosa atau nggak. Nanti kalo aku lihat sendiri, mama aku kasih tahu deh..
Me : ...speechless..

Nicho : Trus ma, Zakeus itu karena suka memungut cukai, dia jadi kaya sekali. Super mega rich! Tapi dia mau ngasih hartanya buat orang miskin, soalnya dia sudah bertobat.
Me : Kantornya mama kan juga memungut cukai. Menurut Nicho, mama kaya nggak?
Nicho : Hmmm... nggak terlalu sih. Soalnya aku kalo mau minta mainan nggak boleh yang mahal-mahal.
Me : ...nahan ketawa...

Thursday, February 6, 2014

'Nimbang berat badan

Bagaimana caranya supaya Nicho olahraga?

Me : Nicho, coba deh kamu timbang dulu berat badanmu.
Nicho : Bentar ma..

.. Nicho lari-lari keliling ruang tengah ..

5 menit kemudian :

Nicho : (sambil terengah-engah) Ma, beratku 48,9kg..
Me : Okay sayang.. (berencana mau nyuruh dia nimbang berat setengah jam lagi)